Tentang Pemilu Kali ini: Terlibatlah!

Tak ada yang tahu tentang apa pertaruhan kali ini.

Akankah semuanya akan menjadi kericuhan tak berujung ketika hasil diumumkan?

Turunlah gunung, supaya kamu bisa melihat seluruh prosesnya. Kali ini, kamu tak bisa hanya melihat dari kejauhan. Proses-prosesnya terlalu tersembunyi, terselubung, dan kecil, untuk diamati dari kejauhan. Tak ada yang lebih pasti dari setiap pilihan, kecuali kamu memilih dan menjalankannya. Maka, dari sanalah kamu akan tahu kebenarannya. Meskipun mungkin, ternyata, kamu menemukan kebenarannya adalah yang kau pilih ternyata pilihan yang tidak tepat.

Tapi terlibatlah. Hadapilah. Bersama berjuta orang lainnya. Karena jikapun kamu salah, maka kita semua yang akan menanggung beban perbaikannya. Bersama. Sebagai rakyat Indonesia

Ingatlah teman, kamu hidup di tengah bangsa ini, dari tanah air ini. Yang kamu makan adalah dari tanah bumi pertiwi ini. Yang kamu minum, adalah dari ricik air sungai dan kedalaman tanah bumi pertiwi ini.

Dan ingatlah, setiap jengkal yang ada di bumi pertiwi ini, sebenarnya dikuasai oleh negara. Kita sebenarnya mendapatkan apa-apa atas ijin negara dan ditentukan oleh jalannya pemerintahan negara ini. Maka, sebenarnya, negara menguasaimu. Kebebasan yang kamu anggap bebas dalam kehidupan sehari-harimu adalah bebas yang patut kamu lihat lebih jelas lagi batasannya.. Karena setiap langkah gerakmu, hidupmu, sebenarnya dibatasi oleh peraturan dan bagaimana peraturan itu sendiri dijalankan di negara ini. Kenyamanan hidup BERSAMA dapat terwujud dengan baik dalam situasi kehidupan bangsa kita saat ini dengan adanya aturan yang jelas dan hukum yang dijalankan dengan baik.

Maka, satu suara darimu saat ini adalah sesuatu yang  sangat berharga, yang ikut menentukan jumlah suara dari siapapun yang kamu pilih.

Ini bukan hanya tentang mengumpulkan suara dari siapapun yang menurutmu lebih baik untuk dipilih. Tapi lebih bagaimana kamu berusaha berjuang untuk negeri ini. Karena perjuangan untuk negeri ini tak lagi dilakukan dengan cara yang lawas seperti mengangkat bambu runcing, tidak dengan menyingsingkan lengan baju melawan penjajah, tapi melindungi negeri ini dan menjalankan roda kehidupannya bersama untuk tujuan negeri yang lebih baik. Yang lebih menghormati setiap keragaman rakyatnya, menghormati melindungi dan menjamin setiap hak asasi rakyatnya.

 *

Pemilu ini layaknya sebuah deklarasi proklamasi. Di mana bukan menjadi sebuah tujuan, tetapi hanyalah satu tahapan proses, untuk kemudian diperjuangkan lebih lanjut. Maka, jikapun yang kamu pilih ternyata tak menjadi pemenangnya, maka ingatlah teman, bahwa kita sebenarnya tetap memikul tanggung jawab menjadi manusia yang seutuhnya, rakyat suatu bangsa bernama Indonesia yang mempunyai saudara begitu beragam dan berada di bawah naungan semboyan Bhinneka Tunggal Ika serta Pancasila. Tak berhak kita meninggikan hal lain dalam KEHIDUPAN BERSAMA yang BERAGAM di negeri ini selain asas Pancasila dan ke-Bhinneka Tunggal Ika-an yang jadi pedoman kita. Sebagai manusia pribadi, kita masing-masing boleh memiliki kitab suci sebagai pedoman hidup. Namun sebagai manusia sosial yang tak hidup sendiri, pastilah ada asas bersama yang berlaku untuk bersama.

Mungkin tulisan ini kurang jelas, kurang materi, ataupun kurang data. Maafkan saya. Saya lama tak menulis. Tapi,  sekali lagi, marilah, libatkanlah dirimu dalam pemilu kali ini sebagai bagian dari konsekuensi bahwa paling tidak kamu telah hidup, makan, dan minum dari bumi pertiwi ini, untuk menjaga kehidupan bersama di atasnya menjadi terus lebih baik.

Semoga pemilu kali ini untuk masa depan negeri yang lebih baik. Amin.

.ditulis 4 Juli 2014.